Rancang Bangun Prototype Sistem Pemantauan Potensi Kebakaran Gambut dengan Multi Sensor

Authors

  • Aditya Pratama Universitas Borneo Tarakan
  • Mulyadi Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.30649/j-eltrik.v2i2.122

Keywords:

Sistem pemantauan, gambut, kebakaran, sensor

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu peristiwa yang sangat merugikan masyarakat. Kebakaran lahan dapat mengancam keselamatan jiwa serta potensi kerugian material dalam jumlah besar. Curah hujan yang rendah, tanah dan tanaman yang mengering serta suhu yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya titik api yang berakibat kebakaran lahan. Dengan adanya prototype ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam memantau potensi kebakaran maupun menangani kebakaran apabila telah terjadi. Berdasarkan hasil pengujian purwarupa terdapat dua kondisi yang terdeteksi sistem dan ditampilkan pada layar penampil kristal dan notifikasi aplikasi Blynk yaitu pada kondisi berpotensi kebakaran dengan nilai untuk setiap sensor yang meliputi temperatur sebesar 36°C, kelembaban tanah sebesar 19,0 %, kadar gas CO2 sebesar 330 ppm dan kondisi yang dinamakan sebagai tidak terdeteksi adanya api. Untuk kondisi asap terdeteksi dengan nilai setiap sensor yaitu temperatur lingkungan sebesar 35,1°C, kelembaban tanah sebesar 17,8 %, kadar gas CO2 sebesar 698 ppm, dan kondisi tertentu yang dinamakan tidak terdeteksi adanya api. Selama pengujian prototype, aplikasi Blynk berhasil menampilkan hasil pengukuran prototype dan notifikasi kondisi lahan di sekitar prototype. Dalam mendeteksi potensi kebakaran, sistem berhasil mendeteksi semua parameter yang ditargetkan.

References

W.C.Adinugroho, I.N.N. Suryadiputra, B. H. Saharjo, dan L. Siboro, "Panduan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut," No. July. 2004.

F. Agus dan I. G. M. Subiksa, "Lahan Gambut : Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan" , 2008.

S.A. Rice, "Health Effects of Acute and Prolonged Co 2 Exposure in Normal and Sensitive Populations," Third Anu. Conf. Carbon Sequestration, hal. 5–8, 2003, doi: 10.1.1.464.2827.

Olimex, “MG811: CO2 Sensor,” Protoc. Prod. Manuals, hal. 2–3, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://www.hwsensor.com.

E. Setyaningsih, D. Prastiyanto, dan Suryono, "Penggunaan Sensor Photodioda sebagai Sistem Deteksi Api pada Wahana Terbang Vertical Take-Off Landing (VTOL),” J. Tek. Elektro, vol. 9, no. 2, hal. 53–59, 2017.

D. Rohmat dan I. Soekarno, “Formulasi efek sifat fisik tanah terhadap permeabilitas dan suction head tanah (kajian empirik untuk meningkatkan laju infiltrasi),” J. Bionatural, vol. 8, no. 1, hal. 1–9, 2006.

P. L. Sarwendah dan Mulyadi. “Sistem Irigasi Tetes Elektronik Pada Budidaya Cabai Di Lahan.” Elsains, vol. 1, hal. 2–5, 2019.

Badan Standarisasi Nasional. “SNI 1965:2008 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratorium,” hal. 16, 2008.

N. D. Putra, “Wireless Smart Tag Device Sebagai Sistem Keamanan Rumah Sistem Keamanan Rumah,” 2018, [Daring]. Tersedia pada: https://dspace.uii.ac.id/bitstream/ha ndle/123456789/11195/Laporan Skripsi.pdf?sequence=1&isAllowe d=y.

docs.blynk.cc/, “Blynk Document,” docs.blynk.cc, 2020. https://docs.blynk.cc/ (diakses Jan 29, 2020).

S. S. Ramadania dan Mulyadi, “Sistem Pemantauan Biodigester Menggunakan Mikrokontroler Biodigester Monitoring System Using Microcontroller,” J. Borneo Saintek, vol. 2, no. 2, hal. 31–37, 2019, doi: https://doi.org/10.35334/borneo_sai ntek.v2i2.1104.

Published

2021-11-03

How to Cite

Aditya Pratama, & Mulyadi. (2021). Rancang Bangun Prototype Sistem Pemantauan Potensi Kebakaran Gambut dengan Multi Sensor . J-Eltrik, 2(2), 122. https://doi.org/10.30649/j-eltrik.v2i2.122

Issue

Section

Articles